Sedih sudah mampu dibendung Mayla..Dia merenung semua kejadian yang dialaminya dan hatinya kosong untuk merasakan semua nya itu.
Baru saja dia mendapat kabar kalau mamanya kecelakaan, patah tangan dan masuk rumah sakit. Untuk sedih, dia tak mampu lagi, untuk simpatis sudah tak ada lagi, untuk kuatir, nangis, dan sikap untuk ambil handphone dan menelpon menanyakan keberadaannya sungguh nyata tidak ada. Dia hanya ambil posisi tidur dan ingin segera menyudahi hari ini dan memulai keesokan nya dengan hal baru walau dia tahu besok akan bisa mendapat kabar yang lebih buruk lagi.
Maybe I’m wrong
Maybe I’m right
Maybe I just let you walk by
What can I say
Maybe I’ve known you all my life
Is she the one? Is it today?
Will I turn the corner
See my future in a beautiful face
Maybe. (My kind of perfect – David Archuleta)
Mamanya seorang penjudi, tidak jarang mamanya tidak pulang rumah, papanya seorang pesakitan di rumah dengan kondisi stroke berat, sehingga tidak mampu untuk kemana-mana dan melakukan apapun.
Mamanya sering menjalin hubungan dengan ibu-ibu penjudi, akhirnya membawa mamanya menjadi penjudi berat dan menjadikan kesulitan ekonomi semakin berat. Jangan harap mamanya bisa menyediakan sarapan, makan siang, atau makan malam, kebiasaan itu sudah tidak ada lagi. Jangan harap mama akan selalu ada di rumah, menonton sinetron atau telenovela, menyediakan waktu dengan keluarganya, merawat bunga-bunga d pekarangan, atau bersenda gurau dengan tetangga-tetangganya. Semua itu kenangan yang sepertinya hanya mimpi. Tak hanya kedua orangtua yang menyita pikiran, Mayla diperhadapkan dengan adik cowok yang masih remaja, yang pendiem super abis, selalu main game online atau di warnet online terus-terusan sampai lupa pulang, makan di rumah hampir tidak pernah, tidak pernah belajar dan mengerjakan PR dr sekolah, dan tidak punya komunitas yang sewajarnya dia punya, diperhadapkan dengan satu kaka cewek yang memiliki kehidupan yang tidak stabil, hidup yang selalu stagnan dan karena kekecewaan dengan mantannya dan akhirnya putus, menjadikan dia terpuruk dan sulit memulai hidup yang baru. Pekerjaannya yang begitu-begitu saja menjadikan dia apatis dan kondisi ini semua menjadikan dia sering mengeluh ini dan itu. Selain kedua saudara ini, Mayla juga punya kaka cowok yang sudah berkeluarga, bukannya meredakan atau mengurangi masalah keluarga ini, tapi kehidupan kakanya ini juga dengan keluarga cukup berantakan, keluarga istrinya cukup bermasalah juga dengan kasus-kasus mertuanya yang korupsi dan masuk penjara, sehingga mengganggu kehidupan keluarga besar termasuk keluarga kakanya. Kakanya ini juga bekerja dalam perusahaan yang bermasalah, hampir bangkrut, dan paling menyedihkan, kakanya sudah tidak mau menjalin hubungan yang baik dengan Mayla dan keluarganya. Karena rentetan masalah yang dilakukan ibunya, membuat kakanya yang cowok yg harusnya berperan mneggantikan posisi papa malah balik menyerang ibu dan adik2nya, menyalahkan mamanya terus, dan ingin mengakhiri hubungan saja dengan mereka.
Terakhir sebelum Mayla mendapat kabar bahwa mamanya kecelakan, dia diberitahu bahwa mamanya pernah dimasukkan ke penjara karena ditangkap polisi bersama rekan2 nya yang berjudi dan terlibat hubungan dengan rentenir keji dan singkat cerita terlilit hutang.
Mayla sudah sempat ingin membantu melunasi membayar hutang-hutang tersebut, tapi jumlah hutang tersebut sangat tidak bisa disebut sedikit ditambah pekerjaan Mayla hanya seorang kasir supermarket.
Beberapa bulan yang lalu Mayla ditipu temannya dengan mencuri sejumlah tabungannya sebesar 15juta dan sampai sekarang temannya tersebut tak bisa ditemukan. Mayla sudah mencari kemana-mana, karena masalah tersebut Mayla sempat jatuh sakit. Uang tersebut hilang sehari sebelum dia didiagnosa tumor payudara yang niatnya dari awal ingin memakai tabungannya untuk membayar perawatan papanya dan bila cukup untuk perawatannya untuk penyempuhan daging yang tumbuh di payudaranya.
Hidupnya sungguh tak bisa dikatakan menyenangkan. Mayla bahkan sering di posisi ingin segera mengakhiri hidupnya tapi tak jarang juga dia minta ampun kepada Yang Maha Kuasa untuk kebaikan nafas yang masih dihirupnya dengan cara yang normal. Tetapi kerumitan dan rentetan masalah membuatnya sulit untuk menikmati hidupnya dengan tenang.
Dont you ever wish
You were someone else
You were meant to be
The way you are exactly
Dont you ever say
You dont like the way you are
When you learn to love yourself
Youre better off by far
And I hope you always stay the same
Cause theres nothing bout you I would change (Stay the same – Joey McIntyre)
Mayla seorang pemimpi, dia punya cita-cita memilki keluarga yang bahagia dan mencintai serta dicintainya kelak, melanjutkan sekolahnya yang terbengkalai sehingga belum tuntas menyelesaikan S1 nya, memiliki pekerjaan yang stabil dan menjadi wanita karir yang sukses dan bisa membahagiakan dirinya dan kemudian keluarganya. Mimpi sederhana itu sampai sekarang masih ada walau itu sudah jarang terpikirkan, sudah jarang diyakini akibat kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupnya.
Filed under: Fiction'3 | Leave a Comment »
